Terimakasih WordPress! OMG!

Sudah lama sekali ga nengokin blog ini, sudah banyak sarang gonggo, Sudah banyak yang berubah dengan WordPress, makin mirip dengan jejaring sosial yang beberapa tahun ke belakang lagi tren. Mirip Twitter, bisa follow2an. Mirip Facebook, ada beranda dan notifikasi. Mirip Tumblr, bisa ngeReblog postingan teman yang kita ikuti.

Ihiy makin seru nih.

Terimakasih WordPress.

Iklan

[Komik] Afiqa’s Fever, OMG!

Hmmm.. Sudah lama banget ga update blog, daripada kosong mending update dengan komik amatir bikinan gw. Hehe.

Mungkin KawanBlog sudah pada kenal dengan anak perempuan imut di iklan oreo orens, sebagai fans berat dek Afiqa yang cantik gw buat beberapa parodi gambar tentang dia. Buat lucu-lucuan aja, ga ada maksud ngerendahin pihak manapun. πŸ˜€

Selamat menikmati…

Baca lebih lanjut

Perjalanan ke Malang yang Tidak Malang

20120202-055922.jpg

“Ku layangkan pandangmu melalui kaca jendela, dari tempat ku bersandar seiring lantun kereta. Membawa ku melintasi tempat-tempat yang indah, membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna”.

It’s a perfect match!!. Lagu Perjalanan Ini punya band Padi mengalun dengan merdu di telinga, menikmati pagi dari balik jendela di atas kereta menuju kota Malang. Hamparan pesawahan di kiri dan kanan kereta seolah berlari bersama mengiringi untuk mengantar sampai ke persinggahan terakhir si Gajayana.

Yak. Pas gw posting ini, gw lagi di kereta, lagi ajluk-ajlukan di atas kereta. Perjalanan kali ini adalah pengalaman pertama gw naik kereta eksekutip ke Jawa. Banyak sensasi baru yang gw alamin. Berbeda dengan waktu gw naik kereta Bogor – Kota, di kereta ini pelayanannya lebih ramah (yaiyalah beda kelas juga :P). Waktu kereta baru jalan masinis bakal nyamperin dan salamin SEMUA penumpang di setiap gerbong. Sambil sedikit basa-basi ke penumpang kaya “gimana pak, bu perjalanannya?” “sehat bapak, ibu?” “buang airnya masih lancar, bapak, ibu?” Wow! 8-). Kemudian kalau lapar kita tinggal ke gerbong restorasi, mau sekedar ngopi atau makan besar, tinggal pesan yang kita suka, tapi jangan lupa selesai makan bayar. Dan di kereta ini ada toiletnya, oh wauw ada toilet, konon kata teman yang duduk di samping, kalau kita pup maka pup kita bakal langsung nyeplung ke rel, kemudian langsung amblas bersama angin kencang yang dibawa kereta. Wuihh. Canggih. πŸ˜›

Selain itu, Bermalam di kereta pun merupakan hal baru buat gw. Berangkat dari Jakarta jam 17.30, dan sekarang jam 05.53 baru aja sampai Kediri. Kata petugas sekitar jam 8 pagi kita baru akan sampai di Malang. Hmmm.. Udah dulu mau nonton tayangan pemandangan dari balik jendela lagi. Doakan teman semoga lancar sampai tujuan. πŸ™‚

Kampus gw juga, tahun pertama juga.. Cuma ga nyaksiin kaya dhila aja.. 😐

thePOWER ofWORDS

hari ini, tanggal ini 18 Desember di 7 tahun lalu. Entah hari apa ketika itu. Sepertinya hari Sabtu. ya, Sabtu 18 Desember 2004. Seminggu menjelang tragedi Tsunami 26 Desember 2004.

UIN Jakarta mengadakan Inaugurasi bagi kami para Mahasiswa Baru angkatan 2004. Malam inaugurasi itu penuh pertunjukan. Penuh tampilan dari berbagai grup kesenian dan musik. Puncaknya ketika band GIGI tampil. Baru beberapa lagu, entah kapan, ah dan rasanya secepat kilat. Sebagian Kanopi Student Center rubuh, menimpa beberapa penonton yang membludak dibawahnya. Banyak yang berdarah dan ada yang… benar-benar berpulang pada Tuhan. 😦

Sebagai mahasiswa tahun pertama yang baru saja menjejaki usia 17 tahun, jujur saya shock. Dunia kampus tahun pertama saya, ketika kami di-inaugurasi, harus ada takdir Tuhan yang harus kami saksikan disana ketika itu. Semoga tidak ada yang terulang lagi seperti itu di kampus kami. Semoga. Sukses UIN. Hidup Mahasiswa!

Cinta Terakhir, by GIGI – sebuah lagu yang dinyanyikan ketika…

Lihat pos aslinya 3 kata lagi

….

Ndoro Kakung

Seorang perempuan. Sebuah tas Hermes di tangan. Sore itu aku menemuinya di sebuah kafe kecil di jantung Jakarta. Hujan turun berderai-derai di luar. Jalanan macet. Seperti biasa.

Duduk di depanku dengan takzim, ia memamerkan senyumnya yang ringkas. Parasnya lesi. Aku maklum. Dia hidup dari satu tekanan ke tekanan lain. Dari sebuah kekuasaan ke kekuasaan berikutnya. Ia terhimpit.

Seperti biasa, sore itu ada dua cangkir kopi di atas meja. Satu kopi tubruk untukku. Satu cappucino kesukaannya.

Dua cangkir kopi. Dua manusia. Bumi dan langit. Tiba-tiba aku merasa yang namanya iba itu bisa datang dari mana saja. Ia kerap muncul begitu saja tanpa sebab yang jelas. Paling tidak demikian yang kurasakan sore itu.

Ia bahkan bisa datang dari secangkir kopi. Seorang teman. Dan beberapa butir air mata yang bergulir perlahan di pipi.

β€œMaaf, kadang aku masih cengeng, Mas,” katanya perlahan. β€œKamu nggak usah ketawa.”

Mukaku datar. Pura-pura tak mendengar.

Lihat pos aslinya 524 kata lagi

#1 Sing Ngapur Yo; Go Away To Outside Country, Ndeso. OMG!!

Tahun 2011 buat gw adalah tahun penuh pencapaian, banyak cita (non cinta) yang akhirnya terwujud. Salah satunya impian jadi seorang pelancong alias traveller, Ya walaupun ga sampai ke ujung dunia atau ke dasar samudera jauhnya. Tapi buat gw yang sampai saat ini belum pernah naik ke ujung monas, jalan keluar Indonesia adalah sebuah pencapaian mahal yang mesti dihargai dengan berpotret narsis di setiap momennya. Hehe. Agak lebay ya prolognya. πŸ˜›

Oke, perjalanan kali ini adalah negeri kedua yang dicemarin dengan pup gw di luar Indonesia. Fyi aja, bulan Juli lalu udah ke Kuching *ceritanya pamer*. Bukan, bukan Kuching yang suka ikan asin, tapi Kuching itu lho yang atas dikit Entikong. Berhubung waktu ke Kuching kurang berkesan dan sepi banget kaya penganten baru, jadinya enggak pakai posting2 pamer segala. 😎

Ya langsung aja, jadi minggu lalu, tepatnya hari Jum’at gw ke Singapura. HAHAHAHAHAHA. Singapura, Men! HAHAHAHAHA. #kemudiankeselek.

#hening.

Kesan pertama waktu mendarat di Changi, otak gw udah terisi dengan rapih bagaimana bayangan waktu baca2 artikel di Internet atau sekelebatan omongan dari orang, tentang negara Singapura yang bersih, disiplin dan mahal. Dan ternyata bayangan itu ga sepenuhnya salah.

Bersih banget kan? Liat deh tiang listriknya, ga ada tempelan sedot WC.

Bersih banget kan? Liat deh tiang listriknya, ga ada tempelan sedot WC.

Seperti halnya bule-bule lain, keluar dari Changi, gw dan rombongan besan berangkat ke patung kepala Singa yang mangapnya lebar banget, saking lebarnya bisa bikin sebuah sungai gak kehabisan air. Yak, benar sekali para pembaca budiman, patung yang dimaksud adalah patung Merlion. Berikut ini kami tampilkan gambar patung Merlion.

Merlion Tampak Belakang

Merlion Tampak Belakang

Sehabis puas melepas kangen dengan patung Merlion, para bule-bule dari Indonesia ini berangkat ke Sentosa Island. Wow. Di sana ada Universal Studio yang beberapa waktu lalu baru buka, tapi karena sampai sana sore, ternyata loket penjualan tiket sudah habis, kita cuma kebagian foto-foto di depannya aja. Lumayan. πŸ˜†

Masih di Sentosa Island, setelah makan malam saya dan rombongan besan menonton sebuah pertunjukan yang super duper keren, Songs of the Sea, pertunjukan air yang memanjakan mata dengan teknologi 4 dimensinya. Wow very wow.

Songs of the Sea

Songs of the Sea

Selepas menonton pertunjukan Songs of the Sea, gw dan rombongan besan menuju hotel. Ngapain ke hotel? Ada deh kasih tau gak ya. Karena kesempatan ke sini bagi gw jarang-jarang banget, setiba di hotel mandi ganti baju kemudian keluar lagi, nongkrong semalaman di Orchard. Minum bajigur. Ngok.

Kemewahan Orchard

Orchard

Gw terkesan dengan Singapura, negeri yang masyarakatnya disiplin dan lingkungannya yang bersih. Menjamurnya pusat perbelanjaan di negeri ini, membuat pola hidup hedonisme sangat kental. Mungkin karena Singapura miskin dengan sumber daya alam, maka pemerintahnya melirik sektor lain untuk pemasukan kas negara.

Satu aja sih buat gw yang ngebikin Singapura minus, biaya hidup di sana Mahal. MAHAL, sedara-sedara. πŸ˜₯ Kata seorang teman: “kalau gitu enakan di Indonesia deh, segala macem murah”. πŸ™‚

<bersambung>

*) Judul diambil dari gaya candaan sama teman-teman selagi di sana, atau kalau di twitter dari hestek #SokInggris.

*patung merlion dari belakang diambil dari om google, foto yang lain koleksi pribadi.

Catatan Pojok Pontianak – Sambas… OMG!

Kita gak pernah tahu jalan hidup kita ke depan kaya apa. Bisa aja kita yang sebelumnya kelaparan, lima detik selanjutnya ketemu pak bondan dan diajak makan bareng. Nyem.

Seperti nasib gw, hehe, di bulan ini dua tahun yang lalu bikin postingan blog yg bercita2 jadi traveller, bekpeker atau apapun istilahnya (efek baca buku2 fiksi tentang travelling). Nah, tepat dua tahun selanjutnya, dapat rutinitas pekerjaan yang senantiasa dituntut buat berpindah cepat dari satu tempat ke tempat lain. Tsaah. Dream come true. πŸ˜›

Keseringan bepergian dalam waktu yang gak sebentar, jadi membuat gw semakin cekatan dalam hal packing-mempacking. Dari seringnya packing untuk bepergian, gw mencatat beberapa poin penting yang mesti diperhatiin kalo kita mau berkemas untuk tamasya *halah*.

1. Pilih pakaian yang berwarna gelap. Kenapa harus gelap? Karena biar gak gampang kotor dan bisa dipakai lebih dari tiga kali. Pakai-gantung-pakai-gantung dst sampai sobek2.

2. Pilih model pakain yang simpel dan kasual. Jangan pas bepergian malah bawa baju pentas wayang orang atau baju pengantin. Selain ribet pakainya, buat apa juga dibawa?

3. Nah. Selain berwarna gelap dan model kasual, pakaian yang dibawa harus berbahan licin. Alasannya, mudah dilipat dan ga perlu repot nyetrika lagi kalopun pada akhirnya harus dicuci.

4. Terakhir. Celana dalam, sendal jepit dan peralatan mandi ga perlu dibawa dari rumah. Beli aja sesampainya kita di tempat tujuan. Atau kalo mau lebih ngirit, kita bisa pakai sabut kelapa sbg celana dalam, pelepah pisang dibuat jd alas kaki dan alang2 jd alat mandi kita. Kalau mau. Pfft.

Demikian. Semoga berkenan. *brb jackpot*

By the why, sampai tulisan ini di posting, gw masih di perjalanan dari pontianak menuju sambas, sekarang masih di mempawah dan supir lagi cerita soal tragedi genosida sambas beberapa tahun yang lalu. Doh.