Perjalanan ke Malang yang Tidak Malang

20120202-055922.jpg

“Ku layangkan pandangmu melalui kaca jendela, dari tempat ku bersandar seiring lantun kereta. Membawa ku melintasi tempat-tempat yang indah, membuat isi hidupku penuh riuh dan berwarna”.

It’s a perfect match!!. Lagu Perjalanan Ini punya band Padi mengalun dengan merdu di telinga, menikmati pagi dari balik jendela di atas kereta menuju kota Malang. Hamparan pesawahan di kiri dan kanan kereta seolah berlari bersama mengiringi untuk mengantar sampai ke persinggahan terakhir si Gajayana.

Yak. Pas gw posting ini, gw lagi di kereta, lagi ajluk-ajlukan di atas kereta. Perjalanan kali ini adalah pengalaman pertama gw naik kereta eksekutip ke Jawa. Banyak sensasi baru yang gw alamin. Berbeda dengan waktu gw naik kereta Bogor – Kota, di kereta ini pelayanannya lebih ramah (yaiyalah beda kelas juga :P). Waktu kereta baru jalan masinis bakal nyamperin dan salamin SEMUA penumpang di setiap gerbong. Sambil sedikit basa-basi ke penumpang kaya “gimana pak, bu perjalanannya?” “sehat bapak, ibu?” “buang airnya masih lancar, bapak, ibu?” Wow! 8-). Kemudian kalau lapar kita tinggal ke gerbong restorasi, mau sekedar ngopi atau makan besar, tinggal pesan yang kita suka, tapi jangan lupa selesai makan bayar. Dan di kereta ini ada toiletnya, oh wauw ada toilet, konon kata teman yang duduk di samping, kalau kita pup maka pup kita bakal langsung nyeplung ke rel, kemudian langsung amblas bersama angin kencang yang dibawa kereta. Wuihh. Canggih. πŸ˜›

Selain itu, Bermalam di kereta pun merupakan hal baru buat gw. Berangkat dari Jakarta jam 17.30, dan sekarang jam 05.53 baru aja sampai Kediri. Kata petugas sekitar jam 8 pagi kita baru akan sampai di Malang. Hmmm.. Udah dulu mau nonton tayangan pemandangan dari balik jendela lagi. Doakan teman semoga lancar sampai tujuan. πŸ™‚