Terimakasih WordPress! OMG!

Sudah lama sekali ga nengokin blog ini, sudah banyak sarang gonggo, Sudah banyak yang berubah dengan WordPress, makin mirip dengan jejaring sosial yang beberapa tahun ke belakang lagi tren. Mirip Twitter, bisa follow2an. Mirip Facebook, ada beranda dan notifikasi. Mirip Tumblr, bisa ngeReblog postingan teman yang kita ikuti.

Ihiy makin seru nih.

Terimakasih WordPress.

[Komik] Afiqa’s Fever, OMG!

Hmmm.. Sudah lama banget ga update blog, daripada kosong mending update dengan komik amatir bikinan gw. Hehe.

Mungkin KawanBlog sudah pada kenal dengan anak perempuan imut di iklan oreo orens, sebagai fans berat dek Afiqa yang cantik gw buat beberapa parodi gambar tentang dia. Buat lucu-lucuan aja, ga ada maksud ngerendahin pihak manapun. 😀

Selamat menikmati…

Baca lebih lanjut

Catatan Pojok Pontianak – Sambas… OMG!

Kita gak pernah tahu jalan hidup kita ke depan kaya apa. Bisa aja kita yang sebelumnya kelaparan, lima detik selanjutnya ketemu pak bondan dan diajak makan bareng. Nyem.

Seperti nasib gw, hehe, di bulan ini dua tahun yang lalu bikin postingan blog yg bercita2 jadi traveller, bekpeker atau apapun istilahnya (efek baca buku2 fiksi tentang travelling). Nah, tepat dua tahun selanjutnya, dapat rutinitas pekerjaan yang senantiasa dituntut buat berpindah cepat dari satu tempat ke tempat lain. Tsaah. Dream come true. 😛

Keseringan bepergian dalam waktu yang gak sebentar, jadi membuat gw semakin cekatan dalam hal packing-mempacking. Dari seringnya packing untuk bepergian, gw mencatat beberapa poin penting yang mesti diperhatiin kalo kita mau berkemas untuk tamasya *halah*.

1. Pilih pakaian yang berwarna gelap. Kenapa harus gelap? Karena biar gak gampang kotor dan bisa dipakai lebih dari tiga kali. Pakai-gantung-pakai-gantung dst sampai sobek2.

2. Pilih model pakain yang simpel dan kasual. Jangan pas bepergian malah bawa baju pentas wayang orang atau baju pengantin. Selain ribet pakainya, buat apa juga dibawa?

3. Nah. Selain berwarna gelap dan model kasual, pakaian yang dibawa harus berbahan licin. Alasannya, mudah dilipat dan ga perlu repot nyetrika lagi kalopun pada akhirnya harus dicuci.

4. Terakhir. Celana dalam, sendal jepit dan peralatan mandi ga perlu dibawa dari rumah. Beli aja sesampainya kita di tempat tujuan. Atau kalo mau lebih ngirit, kita bisa pakai sabut kelapa sbg celana dalam, pelepah pisang dibuat jd alas kaki dan alang2 jd alat mandi kita. Kalau mau. Pfft.

Demikian. Semoga berkenan. *brb jackpot*

By the why, sampai tulisan ini di posting, gw masih di perjalanan dari pontianak menuju sambas, sekarang masih di mempawah dan supir lagi cerita soal tragedi genosida sambas beberapa tahun yang lalu. Doh.

Sumpah Pemuda yang Tak Lagi Muda… OMG!!!

20111030-085100.jpg

“Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertumpah Darah jang Satoe, Tanah Indonesia.”
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoenjoeng Tinggi Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
(Contek dari Wikipedia). 😛

Oke ini udah tanggal 30 Oktober, peringatan sumpah pemudanya udah lewat. Harusnya kalau mau keren posting tentang Halloween. Tapi ingat apa kata Bung Karno “Jas Merah!!!”. Ngerti? Gw enggak 😥

Momen 28 Oktober 83 tahun yang lalu adalah salah satu sejarah penting  perjuangan bangsa Indonesia melepas diri dari kekangan penjajah.

Sekarang… pemuda-pemudi, remajawan-remajawati, alayawan-alaywati diharapkan tetap melanjutkan perjuangan dari apa yang diusahakan kaka-kaka (atau skrg kakek-kakek) pemuda di tahun 1928.

Semoga bangsa ini tetap bersatu, ga ada lagi konflik perpecahan satu sama lain.
Ga ada lagi adegan sinetron yang mengiris hati dan mengurai air mata di TV.
Ga ada a9iy y6 nuLi5 pak3 tuLi5an 4laY.

Semoga. Ya!!

Tetelo, Bukan Tete Kamu atau Kita. OMG!

Sepekan ini dipenuhi dengan kejadian melelahkan dan menggairahkan. Melelahkan karena kerja dari senin sampai jum’at, menggairahkan karena emang udah setiap harinya begitu. 😛

Di antara kejadian yang lumayan menarik perhatian adalah matinya satu persatu ayam-ayam peliharaan abang gw di rumah. Mulanya, gw masih cuek  waktu kejadian ayam yang pertama mati “oh ayam mati, ah tiap makhluk hidup kan udah pasti mati, tinggal nunggu waktunya aja”. Kata gw dalam hati sok bijak.

Nah, pas kamis kemarin, sepulang dari tempat kerja nyokap bilang: “ayam di rumah pada mati, sekarang tinggal tiga, yang satu lagi ngeringkuk aja”. Gw kaget karena yang gw tau jumlah ayam di rumah ga sedikit, “kena tetelo, penyakit ayam jaman dulu”. Imbuh nyokap. Gak nyangka ternyata ga cuma manusia, ayam juga dihantui sama permasalahan medis yang cukup pelik.

Sebenernya soal tetelo ini gw udah sering denger dari candaan temen-temen. Kaya misalnya:

Temen A: “bengong aja lu kaya ayam kena tetelo”.

Temen B: “Heh apa maksud lo bawa2 tete gw? Tete gw masih ada kok *ngelirik ke dada*”.

Jadi supaya gak ada salah pengertian mengenai tetelo kaya obrolan di atas, mari kita tengok cuap-cuap tante wiki seputar tetelo (bukan tete kita ya).

Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV).[14]

Ternyata tetelo disebabkan oleh virus sebuah kota di Inggris, New Castle.

Anyway, sekarang mohon doanya dari KawanBlog semua, agar sisa ayam yang masih hidup diberi umur panjang dan segera terlepas dari hantu Tetelo. Amin!

Gambar dari sini..

Cukup dengan Bersyukur, maka Hidup Menjadi Cukup. OMG!

Kata guru saya, bayi terlahir dengan tangan dalam keadaan (seperti) menggenggam. Makna filosifinya, karakter manusia dalam hidup selalu berusaha menggapai apa yang dia mau.

Ga salah memang manusia yang punya banyak keinginan, apalagi kalau keinginan yang dimaksud adalah keinginan memperbaiki diri atau meningkatkan taraf hidup.

Namun seperti kata bang Iwan Fals, keinginan–kadang–jadi sumber penderitaan (kurang lebih begitu ya, bukan orang OI :D). Keinginan yang berlebihan atau ambisius dalam menggapai sesuatu, bisa juga jadi bumerang dalam hidup kita. Manusia menjadi tamak seakan ga pernah bersyukur sama apa yang telah Tuhan kasih ke kita.

Dan segala keinginan yang sampai menyiksa batin kita, cuma bisa diredam dengan jalan bersyukur. Menurut petuah bijak (entah Hadis Rasul atau apa-Lupa) begini kira-kira: Kalau kita mau lebih banyak bersyukur, maka harus sering2 untuk melihat ke bawah.

Melihat ke orang yang keadaannya tidak seberuntung kita, bukan buat menertawakan keadaan orang tersebut, tapi untuk mengukur pencapaian kita dalam hidup selama ini.

Ada banyak cara yang dilakukan orang ketika mensyukuri nikmat dari Tuhan, mulai dari sekedar ucap Hamdallah, sampai berbagi ke sesama.

Bersyukur secara luas bisa juga dimaknai berdamai dengan keadaan. Ketika kita tidak sedang nyaman pada satu situasi, maka ikhlaskanlah. Jalankan dengan sepenuh hati. Karena itu yang sudah Tuhan kasih dan (pasti) itu yang terbaik.

Kenyamanan dalam hidup bukan diukur dari keadaan atau seberapa banyak yang kita genggam sekarang, tapi dari usaha kita untuk lebih sering mensyukuri apa yang diterima saat ini.

Dan sekarang adalah senin setelah cuti sekalian lama, semoga semua KawanBlog tetap semangat ngejalaninnya, karena ada yang tidak pernah kembali dari semua yang telah terlewati. Seperti kata Pak Goenawan Mohamad:

20110905-075945.jpg