Momen Berpisah

Gue bukan termasuk orang yang terlalu ‘ngeh’ untuk berharu-biru ketika mengalami saat-saat perpisahan. Bukan, bukan karena ga punya perasaan, cuma karena gue mikirnya “ah, entar juga ketemu lagi”. 😀

Perpisahan pertama yang gue alami adalah pas kakek dari ibu meninggal dunia. Waktu itu masih usia 4 atau 5 tahun, mungkin karena masih kecil juga jadi gak gitu pingin nangis. Hehe. Cuma bingung aja kenapa saudara yang lain nangis.

Momen perpisahan kedua gue pas lulus SD, waktu itu acaranya diadain di Cibodas. Acara bermula dari sambutan Ibu Kepala Sekolah, lalu pengumuman nama-nama peraih nilai terbaik. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan tiap kelas. Beres semua acara, tibalah ke acara inti, yaitu salam-salaman. Kita semua yang hadir saat itu saling bersalaman dan peluk-peluk haru. Di tengah suasana itu gue masih dengan perasaan biasa, ga ada pikiran kalau kita untuk selanjutnya ga bakal ketemu lagi. Hihi

Kejadian berpisah yang ketiga waktu diantar sama orang tua untuk pesantren di Sukabumi. Waktu pertama sampai di sana, rasanya bahagia, ga ada perasaan kalau gue bakal ga ketemu ortu dan pulang ke rumah sampai nanti liburan catur wulan. Entahlah, mungkin karena memang niat juga pas lulus SD mau lanjutin sekolah yang jauh dari rumah. Etapi ini rahasia ya, setelah seminggu di pesantren, gue telpon ke rumah dan yang ngangkat ibu, ibu nanya kenapa nelpon, gue cuma bilang “ga apa2 mau telpon aja”, padahal dalam hati sesak, pingin nangis. :p

Setelah mengalami beberapa kejadian berpisah dalam hidup, baru lagi ngeliat adegan perpisahan di dunia nyata (selama ini cuma liat di TV) yang bikin hati bergetar (ciye).

Jadi ceritanya gini, pas kemarin mau pulang dinas dari Pontianak, gue berdua pulang dengan teman kantor. Kebetulan teman kantor gue itu punya keluarga di Pontianak dan keluarganya mengantar si Bapak ke bandara. Nah, pas kita mau boarding, pamitanlah si Bapak ke keluarga yang antar dia. Pertama ke ibu mertuanya, si ibu ngobrol banyak dengan teman kantor gue itu dan lama-lama matanya berair, gue sepintas ngeliat. Lalu si Bapak pamitan dengan anak perempuannya yang masih duduk di kelas dua SD, mereka pelukan sambil cium pipi si anak, awalnya ga dengar si anak ngomong apa ke bapaknya. Lah, lama-lama suara si anak kedengaran dan dengan nada sedikit merengek dia bilang “nanti bapak ke sini lagi kan?”. Pas dengar gitu gue langsung nyes.

Asli, beberapa kali pergi ke bandara dan ini kejadian pertama gue liat langsung orang pisah-pisahan dengan suasana haru, sebelumnya ga pernah (atau ga ngeh?). Kalau inget kejadian itu jadi pengen cepat punya keluarga, supaya ada yang ngomong gitu juga kalau pergi kemana-mana. Hehe. *eh

Iklan

4 thoughts on “Momen Berpisah

  1. Rina berkata:

    Huahuaha…pas baca dialog si anak yang bilang, ” “nanti bapak ke sini lagi kan?” itu aja aku bisa berkaca-kaca 😥 karena aku sering mengalami perpisahan sedari kecil.

    Hiks,,,kalo diingat jadi sedih

  2. Hanster berkata:

    Dannn nyeeesss…
    tapi ngomong klo kita jln2 k terminal, ntah itu terminal pesawat atau bus, bnyk org galau lowh.. liat aj galau krn berpisah.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s