Jakarta-Jakarta

Mau posting dalam rangka HUT Jakarta yang ke 484 kok susah ya. Bingung kudu nulis begimana awalnya. Mungkin karena efek sedang galau. 😥

Iyak, belakangan ini saya suka galau, galau ke hal2 yang engga jelas tepatnya. Buang-buang waktu dan cuma nambah fikiran, mau berubah tapi ga punya alasan yang kuat. Huh.

Kembali ke judul, mungkin kalau dikaitin sama dua paragraf saya yg asal jeplak tadi, kayanya ada hubungan juga deh antara Jakarta dan keadaan diri saya. Sama2 punya satu kesamaan, sama-sama lagi galau ga jelas.

Kota Jakarta yang baru nambah umur kemarin, kini sudah semakin renta, sudah semakin padat dan sudah semakin engga jelas tatanan kotanya. Macet-Banjir-Polusi-danlainlain adalah problematika yang dituntut warganya kepada pemerintah agar secepatnya bisa diselesain dengan tuntass, tass, tass.

Tuntutan pembenahan Jakarta kian besar kepada pemerintah, sementara di satu sisi, kesadaran warganya untuk membiasakan hidup dengan pola disiplin belum sepenuhnya bisa.

Menurut saya *ehem*, segala pengupayaan yang ada, akan berjalan sia-sia kalau keduanya (antara pemerintah dan warganya) ga kompak dalam usaha menjadikan Jakarta lebih baik. Nyok ah abang-none-encang-encing-enyak-babeh-engkong-enyak, kite bikin Jakarte lebih idep. *wink*

Sebagai Ibukota Indonesia, Jakarta dijadikan pusat dari segala pusat. Mulai dari pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat skandal juga. Selain itu, Jakarta juga dikenal sebagai kota Metropolitan, kota yang–kalau kita lihat di TV–banyak gedung2  tinggi, cewek2 tinggi dan jemuran tinggi (apa banget).

Selain sebagai kota pusat dari segala pusat, kota metropolitan, Jakarta juga termasuk kota yang tingkat religiusitasnya tinggi (anyway, bener ga religiusitas?).

Mungkin kalau KawanBlog perhatiin banyaknya perkumpulan2 majelis dan kegiatan pengajian yang terkadang menutup badan jalan . Nah, dua hal ini bisa dijadiin salah satu indikator *asumsi* kenapa akhirnya saya bilang Jakarta sebagai kota yang tingkat kesadaran keberagamaan warganya lumayan marak.

Walaupun Jakarta terkenal dengan kesemrawutan lalu lintas dan banjir setiap tahunnya, tapi tetep buat saya Jakarta tempat paling Indah. Karena di Jakarta saya tumbuh, karena di Jakarta saya galau.

Harapan buat ke depannya, semoga Jakarta bisa lebih baik, tingkat kedisiplinan warganya meningkat, sikap toleransi semakin mendarahdaging dan tiket dufan bisa murah. Selamat Ulang Tahun. I ❤ Jakarta. 🙂

Udah ah, Galau lagi. 😥

gambar koleksi pribadi

Iklan

17 thoughts on “Jakarta-Jakarta

  1. SoClose29 (Si Paijah) berkata:

    ulang tahun kok gak undangundang makanmakan ya *minta ditimpukin sama warga jakarte*

  2. sulunglahitani berkata:

    lagi blogwalking, tiba2 ada blog yg tereak2 “Kunjungi saya!! Saya udh lama g keurus”
    sekalian mampir deh. hehe.
    salam kenal mas. numpang tuker link. linknya juga udh ane pasang
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s