OMG ! Res(v)olusi

Seperti kata Bung Karno, “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”. Seperti kata Orang bijak,“besok adalah misteri, hari ini anugrah dan kemarin adalah kenangan”. Seperti kata Pak RT, “rukun2lah kalian antar tetangga”. Ungkapan-ungkapan bijak ini sangat cocok untuk mengawali suasana baru di tahun baru dan kalender baru dengan semangat baru.

Anyway, anytukanggadogado, ngomong-ngomong soal perayaan tahun baru, sudah tiga tahun, eh empat tahun belakangan ini, setiap ada acara pergantian tahun cuma diam di rumah. Bukan masalah males, cuma ga ada barengan aja yang bisa diajak. Uhuk. *keselek.

Lagipula, buat saya perayaan pergantian tahun di luar rumah itu ga penting, bahkan buat acara bakar2an sama keluarga sekalipun. *ngehibur diri. Selain capek ya itu tadi, ga ada barengan yg bisa diajak. *kayanya bagian ini perlu dibold plus kasih tinta merah. πŸ™„

Ada sih beberapa kenangan momen pas tahun baru yang masih keingetan sampai sekarang.

Pertama, pas masih SD, ini bukan malamnya, tapi pas hari libur tanggal 1 nya. Entah tahun berapa, sekeluarga pada bosen di rumah, akhirnya ada yang ngusulin buat acara jalan-jalan rekreasi santai. Yey. Destinasi yang dituju adalah Taman Mini. Yak, yang paling saya ingat dari perayaan tahun baru waktu itu bukan pas lagi jalan-jalan di Taman Mininya, tapi pas macet dari masuk ke situ dan macet lagi pas mau keluar dari Taman Mini. Bokap marah-marah karena macet tiada tara. Semua yang di mobil bete. :mrgreen:

Kedua, waktu masih dibuang sekolah di Sukabumi. Bareng teman2, merayakan tahun baru seperti sebuah kewajiban ngerjain PR. Harus ada, walaupun apa adanya. Setelah nutur sana-sini, akhirnya patunganlah kita beli daging ayam buat dibakar malamnya. Modal bakar ayam cuma beli ayam (iyalah namanya bakar ayam), arang dan bumbunya. Lupa beli pemanggangnya, atau emang ga niat buat beli panggangannya karena emang mahal. Alhasil bangku besi bekas yang di kelas, disulap jadi panggangan. Entah gimana ceritanya tiba-tiba ayam itu bisa mateng dan bisa dimakan dan berdampak kenyang, apalagi dipadupadankan *halah* dengan nasi liwet dan sambel yang masih hangat. Yummy. *beneran nelen ludah nih*

Cuma itu kayanya memori perayaan tahun baru yang saya ingat. Ga ada kenangan pas liat kembang api bareng kakashi atau nonton konser band Ungu. Kesian ya. :mrgreen: :mrgreen:

Akhirnya… Selamat datang 2011. Selamat tinggal kenangan 2010. Semoga semuanya bisa berubah lebih baik. Sepertinya resolusi tahun 2o11 ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, entah apa resolusi tahun sebelumnya saya juga lupa. Ya satu yang saya ingat dan ditulis di status Facebook, mau ubah pola hidup, biar bisa lebih sehat. Stop ngemil, stop ngemil ayam goreng, stop ngemil daging semur, stop ngerokok. Semoga bisa terlaksana. Hihihihihihi.

Mari merevolusi diri; dengan jalan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. πŸ™„

Foto dari sini !

Iklan

18 thoughts on “OMG ! Res(v)olusi

  1. Blog DoFollow Nursohib berkata:

    Revolusi oh.. revolusi.. kayak sekarang yg lagi hangat di mesir ya..
    Saya suka kata-kata :” Lagipula, buat saya perayaan pergantian tahun di luar rumah itu ga penting, bahkan buat acara bakar2an sama keluarga sekalipun.”

    Salam kenal, Tukeran link
    Karawang..

  2. Asop berkata:

    Gak ada kenangan yang berarti bagi saya selama pergantian tahun. πŸ˜€
    Soalnya sekeluarga gak ada yang suka jalan2 pas malam pergantian tahun. :mrgreen:
    Di rumah, merenung, dan tidur, itu aja. πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s