OMG… Sebuah Kisah Perjalanan Agung; Le Grand Voyage

Le Grand Voyage

Setelah Sabtu sore bareng teman ngejenguk orang sakit, malamnya saya numpang tidur di rumah teman. Paginya, pas mata masih setengah melek, satu porsi mie rebus udah tandas ga bersisa tanpa sadar. Habis makan mau pulang ga enak, ntar dicap SMP-sudah makan pulang atau SPG-sudah pakan ganteng *maksa* sama tuan rumahnya. Ya udah kalo gitu mending nonton film yang baru beres diunduh tadi malam aja.

Tentang filmnya…

Judul filmnya Le Grand Voyage (Perjalanan Besar). Wow apakah yang dimaksud dengan Perjalanan Besar? Dimanakah letak perjalanan itu? Apakah yang besar-besar? Apakah di film ini ada Bung Rhoma dan Ridho Rhoma? Nah, dari rumusan masalah tersebut, saya bermaksud mengangkat judul yang udah lama kering dijemuran–halah. 😆

Film dari Perancis ini rilis pada tahun 2004, lagi-lagi saya termasuk orang yang telat menikmati sesuatu, katanya udah sempet main di JiFFest 2005, katanya juga pernah tayang di tv. Film ini bergenre dramabanget, jangan harap anda menemukan adegan yang sangat mengocok perut atau scene tegang dari para pemain saat saling mengejar gara-gara dihipnotis Godzilla. Karena ini film dramabanget, maka bagi saya cukup membuat ngantuk kalo ditonton sendiri. Saran saya jangan nonton film ini ketika anda sedang menyetir mobil, apalagi nyetir mobilnya sehabis minum panadol satu lop, bakal ngantuk parah.

Sutradaranya adalah Ismaël Ferroukhi dengan para pemain Nicolas Cazalé – Réda. Mohamed Majd – The Father. Jacky Nercessian – Mustapha. Ghina Ognianova – The old woman. Kamel Belghazi – Khalid. Atik Mohamed – Le pélerin Ahmad.

Jalan ceritanya…

Sesuai judulnya Le Grand Voyage atau Perjalanan Besar/Agung, maka sebagian besar dari latar belakang ceritanya diambil ketika kedua tokoh utama sedang di jalan *ga penting.

Tersebutlah dua tokoh utama, seorang ayah (Mohamed Majd), dengan anaknya Nicolas Cazalé sebagai Réda yang melakukan sebuah perjalanan agung dari Perancis menuju kota Makkah, untuk mengantar sang ayah menunaikan ibadah haji. Awalnya sang Ayah akan diantar kakak dari Réda, namun kakaknya terlibat masalah dengan kepolisian karena berkendara ketika sedang mabuk. Akhirnya, Réda yang telah lama tinggal bersama ibunyalah yang dipinta sang ayah untuk mengantarnya.

Perjalanan darat dari Perancis ke Saudi Arabia menempuh jarak hampir 3000 mil dan melewati beberapa negara, seperti Italia, Slovenia, Bulgaria, Krosia, Turki, Syria dan Yordania. Di perjalanan beragam konflik menghampiri keduanya, kekakuan sikap antara ayah dan anak membuat pertengkaran antar keduanya yang sama-sama keras kepala tidak dapat terhindarkan. Ditambah lagi munculnya orang-orang yang terlibat di dalam perjalanan, semakin menyemarakkan konfilk yang ada.

Konflik pertama, ketika melewati Italia, keduanya dihadapkan dengan dua jalan bercabang. Karena jalan tersebut tidak ada di peta, maka sang ayah memutuskan untuk bermalam di situ. Saya menebak keputusan si ayah, mungkin sang ayah mau melihat bintang untuk mendapatkan petunjuk arah. Namun esok harinya si ayah masih bingung dengan keputusan arah jalan yang diambil, hingga akhirnya muncul wanita tua misterius (lebih misterius dari mak lampir–filling saya si wanita ini seperti seseorang yang diutus), yang tiba-tiba langsung masuk mobil dan menyebut nama satu tempat, keduanyapun mengikuti petunjuk si wanita tersebut. *agak ga faham kenapa si ayah mutusin nginep di situ, kalo besoknya masih bingung juga. 🙄

Humor dalam film inipun disajikan dengan sederhana. Seperti kejadian Réda yang mau makan daging, karena bosan selama perjalanan mereka cuma makan roti dan telor. Merekapun berhenti di sebuah pasar dan membeli domba. Réda kesal, kenapa mau makan daging malah beli domba, udah gitu dombanya dimasukin ke belakang mobil-ga langsung dipotong dan dimasak. Karena kesal Réda semakin jengkel ketika si domba bersuara ga karuan di mobil, beberapa kali Réda memukul domba tersebut.

Kelucuan ga berhenti di situ, iba melihat Réda yang kesal dengan suara domba, akhirnya sang ayah meminta untuk memberhentikan mobil dan segera mengasah pisau untuk menyembelih si domba. Ketika hendak memotong, dombanya kabur dan ga berhasil ditangkap kembali oleh Réda–Kasian. 😥 😀

Ga lama ketika mereka hendak melanjutkan perjalanan (tanpa selesai makan daging tentunya), serombongan domba yang lagi digembala menyeberang jalan melewati Réda dan ayahnya. Réda makin mupeng. 😆

Sangat tidak praktis, di tengah gurun mau makan daging, tapi terlebih dahulu memotong kambing :lol:. Sepertinya sang ayah hendak mengajarkan kepada si anak untuk menjadi pribadi yang sabar dan berusaha lebih gigih lagi dalam hidup.

Puncak konflik ada pada ujung kisah, ketika sang ayah menunaikan ibadah haji. Réda menunggu ayahnya di mobil sampai malam tiba, namun sang ayah ga kunjung kembali. Esoknya Réda yang semakin khawatir, bermaksud mencari sang ayah dengan menembus kumpulan orang-orang yang sedang khusyuk menunaikan ibadah haji. Tanpa diduga, pertemuan dengan ayahnya ketika sang ayah telah menjadi jenazah.

Jadinya…

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Misalnya, tentang hubungan kaku yang biasanya terjadi antara ayah dan anak laki-lakinya, Di sini bisa diambil pelajaran, walaupun kelihatannya mereka memiliki ikatan emosional yang kurang baik, namun kasih-sayang dan saling pengertian tetap tidak hilang di antara mereka.

Toleransi keagamaan; walaupun Réda tidak seagama–kata teman, namun hal ini ga terlalu dibahas–dengan sang ayah. Namun atas nama kepatuhan kepada ayahnya, si anak tetap berusaha untuk mengantar setia sang ayah sampai tujuan (Walaupun juga harus berat meninggalkan pacar di Perancis).

Film ini sangat direkomendasikan buat para pecinta film Perancis dan pecinta film bergenre drama-religi. Enjoy it! 😉

NB: Dapet award lagi, Hore!!!

Minggu kemarin saya dapat award dari KawanBlog saya, lagi-lagi dari kang Ian yang baik hati dan tidak sombong. Hihihi. Saya ambil ya Kang awardnya. Nanti kalo udah dapet award lebih dari sepuluh baru dibikinin lemari penyimpanan khusus. Narsis ah sebagai bukti award udah diambil. 😀

Ngambilnya rebutan sama yang laen, jadi bagian ujung sebelah kiri sobek dikit. xixixixixi.

*Selamat menikmati lanjutan perjalanan besar hidup kita di awal pekan ini. Yuk Sumanged! 🙂

Iklan

38 thoughts on “OMG… Sebuah Kisah Perjalanan Agung; Le Grand Voyage

    • sunflo berkata:

      yeah… beneran yang pertama!! hehehe…
      btw selamat atas ewodnya yaak…
      terus keknya bagus tuh jalan ceritanya.. cuma ada satu yang jadi pertanyaanku dan keherananku… kenapa si reda bisanya masuk ke tanah haram??? impossible dech … dan ga bakalan bisa dia masuk ke sana… (maap nie ya de’… cuma pemikiranku yang kukaitkan dengan pemahamanku ajah neh)

      • Mvstova berkata:

        iya juga ya.. *baru kepikiran*. :mrgreen:

        soal Reda non muslim juga itu kata teman saya mbak.. yang nguatin juga, selama perjalanan tersebut, si ayah ga pernah nyuruh atau ngajak anaknya untuk sholat. 🙂

        Mungkin ada yg udah nonton KawanBlog yang lain.. mohon penjelasannya. 😀

  1. sunflo berkata:

    mm.. gini de’ soalnya non muslim ga boleh masuk tanah haram… pada tapal batas tanah haram kan ada pengalihan jalan, jalan khusus muslim dan jalan khusus non muslim… ini berlaku di mekkah dan madinah gtu… dan kalau ada yang maksa masuk ke sana… aq pernah denger cerita, org tersebut bakalan bingung sendiri muter2 di dalamnya… jadi bisa dipastikan yang berada di tanah haram adalah muslim, all… kek gtu de’ setahuku … ^^

    • Mvstova berkata:

      ohh gitu ya mbak.. saya juga pernah denger kalo tanah haram memang ga boleh dimasukin sama non-muslim..

      atau saya cari tahu aja dulu ya tentang si Reda ini.. i’ll back, mbak sunflo. 😀

  2. sunflo berkata:

    weezzz masyaAllah.. sebuah diskusi yg hidup dan menarik… yang membuat kita utk tau sendiri apa hakikat sesuatu itu bukan katanya-katanya… nice de’… ntar aq cek dah.. thx yaaa’

  3. kang ian berkata:

    yah lagi lagi ada yang ngeduluin pertamax..hehe
    review yang bagus gan..
    tapi koq saya perasaan dah pernah baca deh tapi dimana ya..
    jangan jangan dejavu lagi heheh
    makasih dah dipajang awardnya ^^
    nice posting..yangs ering dong biar mampirnya gak gaje cuma ninggalin jejak ngingetin buat update haha

  4. rainbroccoli berkata:

    Selamat buat awardnya ya…
    Salam kenal..
    Ditunggu kunjungan baliknya..
    Makasih 🙂

  5. yanrmhd berkata:

    omg review nya komplit…panjang amir :mrgreen:
    wah keren cara majang ewodnya euy…
    siiip…mantafff 😀

  6. delia4ever berkata:

    Reviewnya lengkap banget..
    ditambah diskusi panjang dengan mbak sunflo..

    makasih ya…..setidaknya aq tahu jalan ceritanya.. walaupun gak nonton 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s