OMG… Antara Basa-Basi, Adaptasi dan Nasi

Tanpa Basa-Basi Bisi-Basi

Tanpa Basa-Basi Kita Bisi Basi

Haduhh, banyak alasan untuk ga bisa rajin menulis dan update di blog ini, sepertinya sudah sebulan lebih blog ini ga terjamah tulisan baru, bulukan deh. Ga perlu lagi saya ungkapin tentang janji untuk mulai rajin nge-blog atau rasa penyesalan *ceilehh* karena lama ga update, sepertinya sudah basi dan ga ngaruh juga. πŸ˜†

Masih bersambung dengan tulisan saya di sini. akhirnya hari pertama saya masuk kerja tiba juga, tepatnya udah sebulan yang lalu sejak tulisan ini diposting saya mulai fase baru di kehidupan saya *setua ini baru ngerasain yg namanya kerja, kemarin2 kemana aja, mas ?!*.

Rasa senang, ragu dan deg-degan semua tumbuh jadi satu :-|. Senang karena gelar Bapak Pengangguran saya lengser juga, selain itu pada akhirnya saya akan menerima dan merasakan hasil jerih payah sendiri dan mulai menabung untuk masa tua :roll:. Ragu karena sampe sekarang belum yakin untuk jadi abdi negara seumur hidup, saya masih ingin -seperti kata Andrea Hirata-merasakan sari pati hidup lebih banyak lagi *saya mau jadi petualang atau super hero dulu, sebelum jadi yg sekarang*. Deg-degan karena bakal adaptasi dengan orang-orang baru, lingkungan baru dan suasana baru (yang belum tentu cocok dengan saya).

Ngomong-ngomong soal adaptasi, saya adalah tipe orang yang susah berbaur dengan orang-orang yang baru dikenal, entah karena minder atau karena apa, yang jelas sangat sulit bagi saya untuk bisa langsung akrab dan banyak berbasa-basi dengan orang yang baru kenal. Selama lebih dari sebulan masuk kerja sepertinya tingkat kebasa-basian saya ga ada peningkatan. Entah udah berapa kali saya nanya ke orang berbeda dengan jawaban yang senada tentang “Lagi ada pelatihan di sini ya, Bu/Pak?” atau “Oh kalau di sini begitu ya Pak/Bu ritme kerjanya”. Bosen juga lama-lama, tapi daripada ketegangan di ruangan ga cair. πŸ˜€

Ehm, sebenernya dan sejujurnya, sebulanan ini saya belum dapat job-desc yang jelas, karena masih menunggu turunnya si iSKak dari langit, jadi selama di kantor saya cuma nunggu ruangan aja *jadi kaya jin* πŸ™„ :oops:.

Sedikit tips jitu dari saya buat tipe orang yang kaku kalo ketemu sama orang baru: πŸ˜†

1. Rajin Menyapa (basa-basi) atau Senyum. Karena kita orang baru, maka harus berusaha ramah di depan senior2, Seperti menyapa “Assalamualaikum”. “Sibuk nih Mas/Mba?” Sekalipun ga dijawab atau direspon kita harus sabar, agar kesan anak baik menempel pada kita. Kecuali anda anak bos di tempat itu, lain soal lagi, mau langsung nginjek2 senior di sana juga ga masalah sepertinya. 😳

2. Rajin Masuk Kantor. Sepertinya udah jelas, karena kalo ga rajin masuk kantor kita ga cuma diomongin sama orang2 sekantor, bisa juga dipecat.

3. Rajin Makan Buah. Kalau ini tips biar pencernaan sehat. 😐

Udah ah, jadi ngaco sepertinya. Ngomongin soal pencernaan, perut saya belakang ini suka sakit. Jadinya saya rutin pakai minyak kayu putih sehabis mandi. *duh makin ga jelas*. 😦

*Selamat memulai sesuatu yang baru, Teman. Dapat pengalaman dan kenalan baru itu ga terlalu buruk. πŸ˜‰

gambar dari flickr by: mudkat.

Iklan

14 thoughts on “OMG… Antara Basa-Basi, Adaptasi dan Nasi

  1. Red berkata:

    tips buat menghilangkan ‘butterfly in my stomach’ ada gak sob? ini keknya berguna buat orang2 yang berada di lingkungan baru, atau yang mendadak di suruh maju berpidato, dll πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s