Tahun 2011 buat gw adalah tahun penuh pencapaian, banyak cita (non cinta) yang akhirnya terwujud. Salah satunya impian jadi seorang pelancong alias traveller, Ya walaupun ga sampai ke ujung dunia atau ke dasar samudera jauhnya. Tapi buat gw yang sampai saat ini belum pernah naik ke ujung monas, jalan keluar Indonesia adalah sebuah pencapaian mahal yang mesti dihargai dengan berpotret narsis di setiap momennya. Hehe. Agak lebay ya prolognya.
Oke, perjalanan kali ini adalah negeri kedua yang dicemarin dengan pup gw di luar Indonesia. Fyi aja, bulan Juli lalu udah ke Kuching *ceritanya pamer*. Bukan, bukan Kuching yang suka ikan asin, tapi Kuching itu lho yang atas dikit Entikong. Berhubung waktu ke Kuching kurang berkesan dan sepi banget kaya penganten baru, jadinya enggak pakai posting2 pamer segala.
Ya langsung aja, jadi minggu lalu, tepatnya hari Jum’at gw ke Singapura. HAHAHAHAHAHA. Singapura, Men! HAHAHAHAHA. #kemudiankeselek.
#hening.
Kesan pertama waktu mendarat di Changi, otak gw udah terisi dengan rapih bagaimana bayangan waktu baca2 artikel di Internet atau sekelebatan omongan dari orang, tentang negara Singapura yang bersih, disiplin dan mahal. Dan ternyata bayangan itu ga sepenuhnya salah.

Bersih banget kan? Liat deh tiang listriknya, ga ada tempelan sedot WC.
Seperti halnya bule-bule lain, keluar dari Changi, gw dan rombongan besan berangkat ke patung kepala Singa yang mangapnya lebar banget, saking lebarnya bisa bikin sebuah sungai gak kehabisan air. Yak, benar sekali para pembaca budiman, patung yang dimaksud adalah patung Merlion. Berikut ini kami tampilkan gambar patung Merlion.

Merlion Tampak Belakang
Sehabis puas melepas kangen dengan patung Merlion, para bule-bule dari Indonesia ini berangkat ke Sentosa Island. Wow. Di sana ada Universal Studio yang beberapa waktu lalu baru buka, tapi karena sampai sana sore, ternyata loket penjualan tiket sudah habis, kita cuma kebagian foto-foto di depannya aja. Lumayan.
Masih di Sentosa Island, setelah makan malam saya dan rombongan besan menonton sebuah pertunjukan yang super duper keren, Songs of the Sea, pertunjukan air yang memanjakan mata dengan teknologi 4 dimensinya. Wow very wow.

Songs of the Sea
Selepas menonton pertunjukan Songs of the Sea, gw dan rombongan besan menuju hotel. Ngapain ke hotel? Ada deh kasih tau gak ya. Karena kesempatan ke sini bagi gw jarang-jarang banget, setiba di hotel mandi ganti baju kemudian keluar lagi, nongkrong semalaman di Orchard. Minum bajigur. Ngok.

Orchard
Gw terkesan dengan Singapura, negeri yang masyarakatnya disiplin dan lingkungannya yang bersih. Menjamurnya pusat perbelanjaan di negeri ini, membuat pola hidup hedonisme sangat kental. Mungkin karena Singapura miskin dengan sumber daya alam, maka pemerintahnya melirik sektor lain untuk pemasukan kas negara.
Satu aja sih buat gw yang ngebikin Singapura minus, biaya hidup di sana Mahal. MAHAL, sedara-sedara.
Kata seorang teman: “kalau gitu enakan di Indonesia deh, segala macem murah”.
<bersambung>
*) Judul diambil dari gaya candaan sama teman-teman selagi di sana, atau kalau di twitter dari hestek #SokInggris.
*patung merlion dari belakang diambil dari om google, foto yang lain koleksi pribadi.